SISTEM TERSTRUKTUR DFD & ERD

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Setiap individu tentu belum tentu mengetahui apa itu DFD dan ERD sekalipun itu anak TI. Disini penulis ingin berbagi pengetahuan yang guna menambah wawasan individu maupun mahasiswa di bidan TI khususnya mengenai apa yang dimaksud dengan DFD (Data Flow Diagram) dan ERD (Entity Relationship Diagram).

Manfaat Penulisan

Hasil dari penulisan ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada semua pihak,  untuk menambah  pengetahuan dan wawasannya mengenai DFD dan ERD.

PEMBAHASAN

A.    DFD (Data Flow Diagram)

DFD adalah sebuah teknik grafis yang menggambarkan aliran informasi dan tranformasi yang diaplikasikan pada saat data bergerak dari input menjadi output. DFD juga dikenal sebagai grafik aliran data/bubble chart.

DFD memberi suatu mekanisme bagi pemodelan fungsional dan pemodelan aliran informasi. DFD melayani 2 tujuan, yaitu :

  1. memberikan indikasi bagaimana data ditransformasi pada saat data bergerak melalui sistem.
  2. menggambarkan fungsi-fungsi (dan sub fungsi) yang mentranformasi aliran data.

DFD memberi informasi tambahan yang digunakan selama analisis domain informasi dan berfungsi sebagai dasar pemodelan fungsi. DFD terdiri dari :

DFD Level 0 atau Diagram Konteks

DFD level 0 disebut juga model fundamental/model konteks yang merepresentasikan seluruh elemen system sebagai lingkaran tunggal dengan data input/output ditunjukkan oleh anak panah yang masuk dan keluar secara berurutan.

DFD level 0 + n, merupakan partisi dari level 0 untuk mengungkapkan secara detail fungsi-fungsi yang ada dalam DFD level 0 atau diagram konteks. Sebuah DFD menggambarkan aliran informasi tanpa representasi logika procedural yang eksplisit.

Dalam pembentukan diagram konteks, beberapa hal berikut perlu diperhatikan :

a)     Kelompok pemakai, baik pihak internal atau eksternal perusahaan, dan departemen yang terkait. Dimana sistem itu akan digunakan, harus diidentifikasi secara rinci dan jangan sampai ada yang terlewatkan.

b)    Kemungkinan kejadian-kejadian yang akan terjadi dalam penggunaan sistem harus diidentifikasi secara lengkap.

c)     Arah anak panah yang menunjukkan aliran data jangan sampai terbalik agar dapat memberikan pemahaman yang benar terhadap seluruh proses system yang akan dibentuk.

d)    Setiap kejadian digambarkan dalam bentuk tekstual yang sederhana dan mudah dipahami oleh pembuat sistem.

DFD Tahapan

DFD tahapan (DFD leveled) merupakan peralatan yang berfungsi untuk menggambarkan secara rinci mengenai sistem sebagai jaringan kerja antar fungsi yang berhubungan satu sama lain dengan menunjukkan dari dan kemana data mengalir serta penyimpanannya.

Pada umumnya tahapan dimulai dari 0, 1, 2 dan seterusnya. Tahapan 0 menggambarakan sistem secara global. Meskipun sudah cukup rinci dengan menggambarkan database yang akan menampung aliran data, namun pada tahap ini, semua proses hanya digambarkan sebagai sebuah sistem secara umum dan tidak terinci.

Setiap penurunan ke tahapan yang lebih rendah, yaitu tahapan 1, 2 dan seterusnya akan diurai lebih rinci dengan spesifikasi lebih jelas.

Penurunan tahapan dilakukan jika perlu merinci beberapa proses. Namun tidak semua bagian dari proses tersebut harus diturunkan dengan jumlah tahapan yang sama.

B.     ERD (Entity Relationship Diagram)

Pada model data relation hubungan antara file direlasikan dengan relation key yang merupakan kunci utama dari masing-masing file. Adapun komponen utama dari ERD diantaranya :

Entitas

Kumpulan dari obyek antara obyek yang satu dengan yang lain dapat dibedakan. Adapun simbolnya berbentuk bujur sangkar.

 Relationship

Hubungan yang terjadi antara satu entitas atau lebih. Entity relationship adalah relasi antar dua fie atau dua table dapat menjadi tiga macam, yaitu :

a)     One to one (1:1)

b)    One to many (1:M)/(M:1)

c)     Many to many (M:M)

Simbolnya berbentuk belah ketupat.

Atribut

Kumpulan elemen-elemen data yang membentuk suatu entity, karakter dari entity yang menyediakan penjelasan detail dalam entity.

Tahap-tahap pembuatan ERD :

a)     Mengidentifikasi dan menetapkan seluruh himpunan entity yang akan terlibat.

b)    Menentukan atribut-atribut key dari masing-masing himpunan entity.

c)     Mengidentifikasi dan menetapkan seluruh himpunan relasi diantara himpunan entity-himpunan entity yang ada beserta foreign keynya.

d)    Menentukan derajat/ kardinalitas relasi untuk setiap himpunan relasi.

e)     Melengkapi himpunan entity dan himpunan relasi dengan atribut-atribut deskriptif (non key).

DAFTAR PUSTAKA

  1. http://elib.unikom.ac.id/download.php?id=4054http://lifestyle.okezone.com/read/2008/11/03/198/160092/198/cara-mudah-meningkatkan-kemampuan-bersosialisasi
  2. http://id.wikipedia.org/wiki/Data_flow_diagram
  3. http://en.wikipedia.org/wiki/Entity-relationship_model
  4. http://en.wikipedia.org/wiki/Structured_programming

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s