10 november 1945 dan 10 november 2011

 

“Pertempuran Surabaya merupakan peristiwasejarahperang antara pihak tentara Indonesiadan pasukan Belanda. Peristiwa besar ini terjadi pada tanggal 10 November1945 di Kota SurabayaJawa Timur. Pertempuran ini adalah perang pertama pasukan Indonesia dengan pasukan asing setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan satu pertempuran terbesar dan terberat dalam sejarah Revolusi Nasional Indonesia yang menjadi simbol nasional atas perlawanan Indonesia terhadap kolonialisme

Kutipan diatas saya ambil dari wikipedia. Tanggal dan tahun dimana para pahlawan mati-matian melawan penjajah, masa dimana semua bangsa indonesia bersatu padu mengusir penjajah.

Pada 10 november 1945, masa dimana 10 november itu merupakan 10 november bersejarah. Semua bersatu padu untuk melawan penjajah dan mengusir mereka dari tanah ibu pertiwi. angka yang mungkin sering kita lewati dikalender tanpa tau makna dibalik angka “10” tersebut. Dulu kakek, nenek kita berjuang mati-matian untuk terbebas dari kekangan para penjajah yang ingin menguasai ibut pertiwi. Semua berkorban jiwa, raga dan harta.

Sebuah ungkapan terkenal menyatakan bahwa, Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati para pahlawannya. Dan Bangsa tanpa pahlawan sama artinya Bangsa yang tak memiliki sebuah kebanggaan. Jika sebuah bangsa tidak memiliki tokoh yang bisa dibanggakan, maka bangsa itu adalah bangsa yang tak memiliki harga diri. Bahkan bisa menjadi sebuah bangsa kelas teri, diremehkan oleh bangsa-bangsa lain. Karena itu, sudah sepantasnya setiap bangsa memiliki tokoh yang disebut pahlawan.
lolSeorang Pahlawan akan menjadi sangat penting karena ia akan memberikan suatu inspirasi dan motivasi. Inspirasi untuk selalu memperbaiki kondisi bangsa ini. Dan me-motivasi agar bangsa ini terus bangkit, dan menjadi suatu bangsa yang bisa dibanggakan.

Yang menjadi pertanyaannya adalah, Bisakah kita mengambil, inspirasi dan motivasi dari perjuangan mereka untuk dapat memperbaiki bangsa ini? Apa peringatan Hari Pahlawan yang selalu kita peringati setiap tanggal 10 November ini hanya sebuah seremonial belaka, sebuah peringatan yang tanpa makna, …sugguh ironis memang,…

Kita tahu setiap generasi, memang memiliki persoalan dan bloodytantangannya masing-masing. Dulu, musuh utama bangsa kita ini adalah penjajah. mereka dengan congkak-nya mengoyak-ngoyak harkat dan martabat bangsa. Maka pekik Heroisme Merdeka dan Allahu Akbar untuk mengusir penjajah dan mempertahankan kemerdekaan pun menjadi pekik yang tidak pernah berhenti disuarakan.

Lalu, Bagaimana dengan sekarang, siapa yang layak menjadi 3shoot1musuh bangsa kita sekarang? Musuh besar kita tak lain dan tak bukan adalah korupsi, kemiskinan, keterbelakangan, dan kebodohan. Itulah sejumlah masalah utama yang sedang dihadapi bangsa ini.

Korupsi seperti sebuah penyakit kronis yang sulit disembuhkan. Orang justru berlomba-lomba mengeruk uang negara. Dan, itu terjadi di semua level yang menyebar baik di pusat maupun di daerah. Hampir di semua jajaran, baik yudikatif, legislatif, maupun eksekutif, terjangkit penyakit kronis yang satu ini. Naudzubillah.

1cryAngka kemiskinan semakin hari bukannya semakin menurun, malah semakin bertambah saja. Pengangguran meningkat tajam, imbas dari banyaknya perusahaan yang gulung tikar karena tidak bisa menutup biaya operasional dan biaya-biaya tinggi lainya yang dibebankan oleh beberapa oknum pejabat pemerintah daerah dan pusat.

Kini, bangsa kita semakin terpuruk, banyak sekali masalah yang menyelimuti selama ini, terutama masalah hukum dan keadilan, rakyat kita sudah tak bisa lagi mempercayai institusi negara yang ada. baik kepolisian maupun kejaksaan. Sudah tidak lagi diisi oleh orang-orang yang memiliki sifat kepahlawanan. Bahkan ada sebagian dari mereka yang menggadaikan jabatannya kepada seseorang yang 1fuckjelas-jelas nyata terlibat masalah korupsi. Hukum dijadikan alat untuk mengeruk keuntungan pribadi dengan sebanyak-banyaknya.
Jual-beli perkara pun dilakukan tanpa sembunyi-sembunyi. Pasal-pasal diatur sedemikian rupa untuk kepentingan segelintir orang yang punya uang.

Para oknum seperti ini, sudah tidak punya lagi yang namanya hatinurani, mata hatinya dibutakan oleh kepentingan sesaat. Maka mereka sangat tidak pantas lagi untuk tetap menduduki jabatannya, mengundurkan diri, mungkin itu kata pantas untuk mereka, karena bangsa ini masih punya banyak orang yang pantas untuk menjalankan amanat rakyat, amanat para pahlawan yang telah rela mengorbankan jiwa raganya demi bangsa dan negara agar bangsa ini bisa sejajar dengan bangsa-bangsa di dunia.

http://aguskusuma.blogdetik.com/2009/11/hari-pahlawan-dan-keterpurukan-bangsa/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s